Pangkalpinang, 4 Juli 2026 seorang warga Pangkalpinang yang bernama Bapak pipin mendonasikan bantuan keuangan kepada Yayasan bisu dan Tuli yang beralamat di Kelurahan Parit Padang, Sungailiat Kabupaten Bangka. Silaturahmi ini diterima baik oleh pihak yayasan yang diketuai oleh Ust. Edi kurniawan. Yayasan yang bernama Darul Alshomt diketahui telah berdiri 5 tahun yang lalu. Yayasan mulia yang mengajari kaum bisu dan tuli secara gratis tanpa memungut biaya apapun.
Sang donatur merupakan salah satu pengusaha yang bergerak dibidang kuliner kota pangkalpinang. Beliau juga sosok yang sering aktif dibidang sosial dan kemanusiaan. Karena kepedulian beliau terhadap hal tersebut, maka mendorongnya untuk langsung berkecimpung ikut serta mengambil peran agar bisa membantu masyarakat lainnya yang sangat membutuhkan uluran tangan.
“Jika bukan kita yang membantu mereka para kaum bisu dan tuli lalu siapa lagi yang akan membantunya. Kita mungkin diberikan kemampuan berbicara dan mendengar, namun mereka mengajarkan kita yang lebih indah yaitu bahasa kepedulian dan ketulusan” pungkas Bapak Pipin.
Seperti yang beliau katakan pada saat bersilaturahmi ke yayasan Bisu dan tuli waktu itu, janganlah kita takut untuk membagikan harta kita dijalan Allah SWT, karena semua harta yang kita punya ada sebagian hak orang orang yang membutuhkan uluran tangan. Beliau juga mengajak kita para hamba Allah agar mau untuk membuka sedikit pintu hati kita terhadap saudara saudara yang mempunyai kekurangan.
“Dengan adanya para donatur seperti Bapak Pipin yang dengan ikhlas membantu saudara saudara di Yayasan Buta dan Tuli, maka kami dari pihak yayasan sangat sangat merasa terbantu” tegas Kepala Yayasan Ust. Edi Kurniawan.
Peristiwa sosial yang terjadi dalam hal ini menunjukkan masih adanya sikap yang turut sangat memperhatikan dunia pendidikan. Sekalipun nonformal, masyarakat masih hidup antusias dan kepedulian terhadap sesama.
Addam, sebagai pemerhati sosial turut memberi komentar terhadap hal ini,
“Tentunya ini adalah hal yang sangat baik dan jarang terjadi. Apalagi ini dapat dilakukan oleh Pemerintah Kab. Bangka. Saya kira pemerintah Kab. Bangka harusnya lebih peka terhadap persoalan ini. Semoga ke depannya banyak muncul sosok seperti bapak Pipin yang peduli terhadap kaum bisu dan tulis yang berlajar Al Quran” terang Addam.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk ternyata masih ada sosok yang meneber kepedulian tanpa banyak sorotan kamera dan alat rekaman yang serba canggih. Bantuan yang diberikan bukan sekedar nominal uang, melainkan bentuk penghormatan kepada saudara-saudara penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pembinaan serta kehidupan yang lebih baik.
Semoga langkah kecil yang sudah dilakukan oleh Bpk Pipin menjadi acuan dan panduan bagi kita bersama.
Wandera