Aksi Saling Rekam Berujung Viral

Pangkalpinang, 16 Juli 2026, Bangka Belitung dikejutkan dengan peristiwa pelayanan publik di Kantor Bapperida Kota Pangkalpinang. Video berdurasi 1 menit 20 detik itu ditonton oleh lebih dari 3 juta kali di dunia maya. Menuai banyak perhatian dan menghadirkan komentar beragam di tengah masyarakat.

Awalnya pada tanggal 14 Juli 2026 warga masyrakat bernama Edi Irawan datang ke Bapperida Kota Pangkalpinang. Tujuannya adalah untuk meminta konfirmasi dari surat disposisi untuk memberikan undangan dan penentuan jadwal difasilitasinya Edi Irawan selaku pemohon Audiensi yang dirinya ajukan ke Walikota Pangkalpinang. Satu bulan lebih telah berlalu, namun tidak ada kabar atau kepastian dari pihak setdako Pangkalpinang. Sebelumnya Edi telah dua kali berkunjung ke Setdako Pangkalpinang guna menanyakan hal tersebut, namun hasilnya nihil.

Waktu terus bergulir hingga tanggal 14 Juli 2026. Pihaknya mendatangi Bapperida Kota Pangkalpinang untuk menanyakan mengapa surat yang telah didisposisikan oleh Walikota tidak kunjung ditindaklanjuti. Kecurigaan mulai muncul hingga Edi mengetahui bahwa surat disposisi yang sebenarnya itu harusnya dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2026 (sebulan yang lalu). Tak berhenti disini, saat dirinya ingin meminta konfirmasi pada Kabid Pemerintahan Bapperida Pangkalpinang, dirinya tidak diterima karena alasan rapat bersama OPD lain. Namun Edi menjelaskan kepada bagian pelayanan untuk disampaikan kepada Kabid Pemerintahan untuk dapat ditemui walaupun hanya satu menit saja.

Sampai disini Edi tetap sopan dengan bagian pelayanan. Hingga pada akhirnya, Edi menulis surat keberatan, kemudian ketika Edi ingin meminta cap basah sebagai bukti tanda terima, mulailah adanya drama. Surat tanda terima yang diminta oleh Edi tidak kunjung keluar. Lantas Edi menanyakan kepada bagian pelayanan, namun bagian pelayanan menyatakan “sebentar pak, sedang dikonfirmasi”. Edi agak janggal, “Kok menunggu dikonfirmasi Bu?, kan tinggal terima suratnya saja” jawab Edi. Kemudian bagian pelayanan terlihat salah tingkah, dan akhirnya ada bagian pelayanan yang lainnya menyebutkan “Mohon maaf Pak, suratnya tidak bisa di cap stempel karena pegawainya sedang sakit” terang bagian pelayanan.

Di sini, Edi sadar merasa dibohongi. Lalu Edi mengambil sikap dan mengajak bagian pelayanan, “Kacau ini dinas. Bu, temani saya ke atasan ibu. Ibu tidak salah sebagai helpdesk, yang salah adalah orang yang menyuruh ibu berbohong. Ayuk, jangan takut, saya hanya minta pendampingan saja. Saya ingin bertemu dengan pejabat yang tidak mau menerima surat saya dan tidak mau mencap stempel bukti terima saya” ajak Edi kepada bagian helpdesk.

Kemudian Edi masuk ke dalam koridor. Awalnya Edi tidak masuk ke dalam ruangan. Dipintu masuk koridor itulah Edi dihampiri oleh oknum (AK) yang diduga melakukan pengabaian kewajiban hukum dan pemberian informasi tidak benar. Edi menanyakan dengan nada biasa saja. “Bu, saya minta tanda terima surat saya dengan cap stempel” dengan nada biasa. Lalu (AK) menjawab, tidak bisa, karena cap hanya untuk urusan OPD”, terang AK.

Karena tidak ada titik temu, Edi menanyakan nama AK, “Siapa nama Ibu?”. AK tidak menjawab. Ditanya sekali lagi, “siapa nama Ibu?” AK tidak menjawab juga. Terakhir Edi bertanya lagi, “Apa jabatan ibu?” juga tidak menjawab. Kemudian Edi di datangi ramai-ramai oleh pegawai Bapperida seperti ingin mengintimidasi. Dari dalam ruangan terdengar sudah ada pegawai yang berteriak-teriak kasar. Dalam situasi yang tegang, Edipun mulai menuturkan kata-kata keras.

Awalnya Edi memegang HP dalam kondisi tertutup yang menempel pada buku catatannya. Dalam situasi yang sepertinya mendapatkan perlakuan diskriminasi, ada dua orang pegawai yang merekam. Satu orang bernama Ferni (seperti dalam video) dan satu orang yang berambut putih inisial (YF). Melihat hal tersebut, sontak Edi tidak berkenan. “Ibu video saya?” sambil mengarah ke Ferni. “Sebentar ya Bu, kita saling video!” ucap Edi. Nah di sinilah mulainya durasi video 1 menit 30 detik menjadi viral. Edi tidak memulai rekaman dalam peristiwa ini.

“Oleh karena pegawai yang bernama Ferni itu ngoceh terus, ya saya videokan dari dekat. Agar suaranya terdengar. Agar wajahnya terlihat jelas. Dengan video akan mengurangi kadar fitnah. Saya masuk ke dalam ruangan bukan dalam rangka menerobos. Lagian itu juga ruang publik. Saya ingin rekam ucapannya yang brutal dan kasar itu kepada masyarakat. Saya tidak ada kepentingan dengan sdr. Ferni. Saya berbicara dengan (AK) namun Ferni ini nyerocos terus. Seperti kerasukan, padahal pada awalnya saat saya depan pintu koridor ruangan biasa saja. Saksinya banyak. Semua orang tahu siapa yang memulai kegaduhan” Terang Edi pada awak media.

Dalam proses perekaman video itu, Edi didorong dan diberikan perlakukan kasar oleh inisial (HK). Dirinya didorong keluar ruangan, namun Edi tidak menerima. Dalam video tersebut, Edi juga merekam wajah orang yang memberikan informasi tidak benar inisial (YF). Kekacauan ini tiba-tiba berakhir, saat Sekretaris Bapperida, Suranto datang dengan santai dan senyum sembari menyalami Edi. Tiba-tiba suasana menjadi kondusif. Suasana hangat itu berlanjut ke bagian lobi kantor dan meninggalkan oknum-oknum yang diduga melakukan perbuatan tidak patut tersebut.

Dalam percakapan Edi dengan Suranto terlihat sangat hangat dan santai. Tidak ada yang berteriak, semuanya normal saja. Seperti biasa. Seperti masyarakat yang bertemu dengan pelayanan publiknya. Tidak berapa lama pula Belly, Kepala Bapperida juga turut gabung berkomunikasi dengan santai juga. Edi, Suranto dan Belly, berkomunikasi dengan normal sebagaimana mestinya.

Dalam percakapan tersebut, Suranto selaku Sekretaris juga meminta maaf kepada Edi atas kejadian tersebut. Sebaliknya, Edipun meminta maaf bila ada ucapan dan gestur yang tidak pantas. Keduanya saling memahami dan pada ujung percakapan Edi pamit dan disambut hangat dengan Kepala Bapperida dan Sekretaris Bapperida. Edi lalu mendapatkan cap stempel sebagai tanda bukti terima surat oleh kedinasan yang langsung diinstruksikan oleh Belly, Kepala Bapperida Kota Pangkalpinang kepada bawahannya.

Wandera

Tinggalkan komentar